Sunday, October 12, 2008

GEA MOBIL IRIT BBM BUATAN INDONESIA


PT Industri Kereta Api (Inka) segera memasarkan mobil mini (micro car) berkapasitas mesin 650 cc sebagai alternatif kendaraan angkutan.

Kendaraan yang diberi nama Gea tersebut ditargetkan diluncurkan ke pasaran domestik pada tahun depan (2009). Nama mobil Gea merupakan akronim dari 'gunakan energi alternatif'.

Saat ini, Inka telah mengantongi izin dari Departemen Perhubungan dan nomor identifikasi kendaraan bermotor (NIK) dari Departemen Perindustrian.

Direktur Utama PT INKA Roos Diatmoko menjelaskan perusahaan akan memasarkan model Gea setelah teknologi dan kemampuan teknis produksinya benar-benar andal dan teruji.

"Kami tidak ingin tergesa-gesa dalam memasarkannya. Kami banyak belajar dari pengalaman dalam mengembangkan Kancil [nama kendaraan kecil sejenis bajaj] yang kurang sukses di pasaran. Saat ini kami masih sempurnakan dulu teknologinya," katanya.

Pada sekitar tahun 2003, PT Inka sempat menggandeng PT Kancil Indonesia untuk memasarkan mobil mini dengan kapasitas mesin 500 cc. Namun, dalam perjalanannya produk tersebut kurang sukses di pasaran.

Hingga akhir tahun ini, BUMN pembuat alat dan sarana transportasi tersebut masih terus melakukan penyempurnaan teknologi terhadap model Gea dan mematangkan strategi pemasaran.

GEA yang sedang menunggu lulus uji di BPPT ini akan dipasarkan dengan harga berkisar Rp45 juta - Rp50 juta per unit.

Berbeda dengan Kancil yang memiliki mesin di bagian belakang, Inka mendesain model Gea sebagai mobil mini dengan mesin di bagian depan (bonnet).

Kendaraan ini dipasangi mesin 650 cc berbahan bakar bensin yang dapat dialihkan ke bahan bakar gas (BBG).

Tingkat efisiensi konsumsi bahan bakar mobil Gea berkisar 20 km hingga 25 km per liter apabila menggunakan bensin, sedangkan jika menggunakan BBG bisa mencapai 30 km-35 km per liter. Angka itu sudah nampak dalam hasil ujicoba yang telah dilakukan pada jalur Madiun, Ngawi, Ponorogo, Pacitan dan Magetan. "Dari pengujian 10 ribu Km tersebut selama 3 bulan mulai April hingga Juli oleh tim kami, terbukti memang irit dan suara mesin pun nyaris tidak bunyi." "Soal tanjakan jangan khawatir, jalur Sarangan yang penuh tanjakan pun menurut Rashid, mampu dilalui GEA," ujar Humas PT Inka Fathor Rashid, Rabu (8/10/2008).

4 comments:

eriktheaa said...

Modelnya kurang oke tuh. sayang banget.

Wesa Barli Nuryaman said...

Y ni,modelx kurang sporty.duh,jd greget deh!!sini,biar q yg design,he..

jurex_katro said...

Spesifikasinya mana ?
Contoh tingginya,panjangnya,lebarnya mobil...!
Promosinya aja kurang lengkap,gimana konsumen tertarik..?!

Yoyok said...

Salut buat GEA semoga sukses. Tapi ada saran buat GEA biar semakin laris. Desain terlalu polos minim detail. Kurang banyak lekukan. Jadi kesannya masih jadul. Modelnya seperti 5 tahun ketinggalan. Perbandingan tinggi/panjang juga terlalu besar, mobil kurang stabil.